Introduction

Gegar Budaya

Pengetian atau Penjelasan Tentang Gegar Budaya 
Cultural Shock atau Gegar Budaya adalah hal-hal yang meliputi perasaan, bidang pengalaman, dan kerangka acua yang dapat dirasakan oleh semua orang saat menerima budaya baru, sehingga seseorang mampu menciptakan persepsi yang berbeda dengan orang lain. Sebenarnya mempelajari hal atau budaya baru dapat menambah informasi dan pengalaman, akan tetapi apabila tiap individu tidak mampu menerima adanya perbedaan budaya yang telah lama tertanam dalam dirinya dengan budaya yang baru diterimanya, maka akan menimbulkan ketidaknyamanan pribadi individu itu sendiri. 

Contoh Kasus Gegar Budaya 
Program internasional yang dibuka oleh bebarapa sekolah didunia membuka kemungkinan adanya siswa-siswa yang datang dari budaya yang berbeda untuk belajar bersama-sama ditempat yang merka datangi. Kerjasama yang diadakan oleh pemerintah, seperti pertukaran pelajar ataupun pemberian beasiswa keluar negeri menjadi salah satu penyebab Akulturasi Kebudayaan. Sebagai contoh adalah sarapan pagi di Indonesia, sarapan pagi bagi kebanyakan orang Indonesia menggunakan nasi, sehingga mereka akan merasa belum kenyang apabila belum merasakan nasi di lambung mereka ketika sarapan pagi. Namun berbeda bagi mereka orang luar negeri, misalkan Amerika Serikat. Mereka setiap sarapan pagi hanya menggunakan roti dan susu. Hingga suatu saat ketika orang dari kedua Negara bertemu mereka akan mengalai gegar budaya. Karena mereka harus sarapan dengan makana yang tidak biasa mereka santap dipagi hari. Orang Indonesia akan kesulitan dan merasa kurang kenyang apabila makan roti. namun sebaliknya, orang Amerika akan merasa sangat kekenyangan apabila mereka makan nasi sebagai menu sarapan paginya karena kandungan karbohidrat yang berlebihan. Gegar budaya tak hanya terjadi saat kita harus menyesuaikan diri ketiga berada di Negeri orang, namun juga pada keseharian. Kerena ini menyangkut akan kebiasaan dan sosialisasi pada tata cara, kebiasaan dan budaya. Gegar budaya ini terjadi saat pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke gas. Reaksipun timbul, akibat kurangnya sosialisasi dari pemerintah. Ujungnya tak jarang menimbulkan malapetaka bagi masyarakat itu sendiri. Misalnya, terjadi tabung gas bocor sehingga meledak. Inilah salah satu contoh kecil dengan apa yang disebut cultural shock.

Cara mengatasi gegar budaya 
Meskipun gegar budaya dapat menimpa siapa saja dan dimana saja, namun tetap harus diwaspadai, sehingga seseorang yang mengalami gegar budaya mampu dengan cepat mengatasinya. ada beberapa tips lainnya dalam mengatasi gegar budaya: 
a) Bersikaplah terbuka dan mempersiapkan diri terhadap hal-hal baru. 
b) Jangan terlalu cepat mengkritik, mengeluh, menilai kebiasaan yang berlaku dinegara tujuan, apalagi membandingkannya dengan negara asal. 
c) Pelajarilah sebanyak-banyaknya kebudayaan yang akan dihadapi melalui buku-buku, brosur, ataupun dari informasi lainnya. Untuk menyesuaikan terhadap budaya baru itu sebagai bagian dari dirinya sehingga seolah-olah dia mengembangkan dua budaya. 

Sekian informasi dari penulis tentang Gegar Budaya

2 komentar:

yudhaardiansyah mengatakan...

kita juga punya nih artikel mengenai kebudayaan, berikut linknya semoga bermanfaat ya :D
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2593/1/Arst-9.pdf

Sejarah Fashion mengatakan...

wowwww
budaya-apa'an-tuh.
hehe

Poskan Komentar

Satu Komentar Anda Sama Dengan Memberikan Motivasi Untuk Membuat Blog Ini Menjadi Lebih Baik
"Terima Kasih"

Sponsor



Copyright © The KAMPRET